Senin, 09 September 2019
Day#4
Keluarga Multimedia
Bagi kita yang sudah biasa dengan seluk beluk dunia maya dan gadget saat ini tentu sudah tak asing lagi dengan aplikasi/akun Instagram.Sebuah akun yang di kembangkan ol;eh Start up burbn,inc yang di motori oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger yang sudah sukses menjadikan instagram sebagai jejaring sosial yang sangat populer di kalangan dunia media masa saat ini.
Instagram adalah aplikasi mobile berbasis ios android dan windows phone,di mana penggunanya dapat membidik dan memposting foto/video ke halaman utama instagram dan jejaring sosial lainnya.Dimana sistem pertemanan di instagram menggunakan istilah following dan follower yang artinya mengikuti dan saling mengikuti antara pengguna satu dengan pengguna lainnya agar bisa berinteraksi satu dengan yang lainnya.
Aplikasi ini si emak sering gunakan dengan mencari info info penting parenting dan yang paling si emak sukai adalah tutorial memasak...aplikasi apapun si emak hobi banger dengan tutorial masak memasak dan ilmu ilmu parenting...anak anak hanya di lihatkan dengan waktu yang sudah di tentukan oleh si emak da si abi dan itupun hanya tentang game game bermutu parenting keluarga saja.
Aplikasi apapun tetap yang harus mengendalikan adalah kita sebagai orang tua,bukan kita yang terkendalikan oleh medsos.
#Day#4
#Tantangan10hari
#GameLevel12
#KuliahBundaSayangIIP
#InstitutIbuProfesional
#KeluargaMultimedia
Day#3
Keluarga Multimedia
Siapa yang tidak kenal dengan Facebook saat ini???
Facebook merupakan salah satu medsos yang saat ini berperan sangat penting dalam dunia telekomunikasi dan jaringan internet.Saat ini facebook sudah di gunakan oleh lebih dari puluhan juta user di seluruh dunia dan sepertinya akan terus berkembang pesat sampai kedepannya.
Ada banyak sekali manfaat yang bisa di peroleh user dengan menggunakan facebook baik secara personal maupun umum...baik secara sosial maupun secara ekonomi oleh para usernya.Layaknya sebuah uang koin,facebook juga memiliki dua sisi,jadi meskipun memiliki banyak sekali manfaat di berbagai bidang facebook juga memiliki sisi negative yang harus kita waspadai yang bisa berpengaruh kuat terhadap siapapun khususnya anak anak saat mengakses dan memainkan aplikasi ini.Butuh pantauan orang tua saat anak anak menggunakan aplikasi ini karena menyelami lebih dalamnya banyaka sekali godaan di luar praduga kita.
Aplikasi yang populer dan menebar banyak manfaat bagi yang bisa mengendalikannya ini,merupakan sebuah layanan jejaring sosial yang berpusat di Amerika,user atau pengguna cukup mendaftarkan diri dan langsung bisa menggunakan situs ini,kita juga bisa langsung membuat profil pribadi sebagai sarana promosi diri kita pemberitahuan kepada para user lainya,kita juga bisa bertkar pesan,bisa berjualan,mencari ilmu ilmu baru di dalamnya...tentunya di gunakan oleh hal hal positif oleh kita.
#Day#3
#Tantangan10hari
#GameLevel12
#KuliahBundaSayangIIP
#InstitutIbuProfesional
#KeluargaMultimedia
Jumat, 06 September 2019
Day #2
Keluarga Multimedia
Whatsapp
Salah satu media yang populer saat ini adalah Whatsapp...dengan adanya media sosial yang satu ini orang orang yang di berbagai belahan dunia dapat terhubung satu sama lain,cukup dengan melakukab registrasi no hp whatsapp dapat di jalankan.
Whatsapp berperan sebagai aplikasi mesengger online yang bisa di gunakan untuk berbagai hal,di anataranya chat personal,chat komunitas,seminar online dan sebagainya.Aplikasi ini di gunakan dengan koneksi internet di aplikadi ini juga kita bisa mengirimkan teks/pesan,fhoto,audio,file dan gambar kepada orang lain terkhusus saudara & keluarga juga bisa menelpon,video call serta membuat story.
Anak anak paling seneng klo sudah video call dengan keluarga jauh terutama denga nenek neneknya.Aplikasi ini sangat bermanfaat & membantu kami dalam menguatkan ukhuwah / persauaraan silarurahim maupun silaturahmi kami meski hanya lewat medau sosial.
#Day#2
#Tantangan10hari
#GameLevel12
#KuliahBundaSayangIIP
#InstitutIbuProfesional
#KeluargaMultimedia
Kamis, 05 September 2019
Day#1
Keluarga Multimedia
Tafsir Ibnu Katsir
Kecanggihan tekhnologi di era milenial ini bisa memudahkan kita dalam segala hal terutama dalam kebermanfaat diri sendiri,contohnya dengan tidak meninggalkan Tilawah.
Aplikasi yang satu ini yaitu Tafsir ibnu Katsir,di dalam banyak sekali macam macam aplikasinya,selain Tafsir Al Qur'an & terjemahan ada juga ilmu Tajwid,do'a do'a harian,catetan penting,Tafsir para ahli yg lain dll...alhamdulillah ini bermanfaat sekali buat si emak khususnya...terkadang lupa bawa Al Qur'an bisa buka di aplikasi ini dan anak anak lebih sering mendengarkan tilawah surat surat pendeknya selain muraja'ah yang sudah di ajarkan juga agar terbiasa dengan ayat ayat Allah,meskipun kita batasi dalam menggunakan hpnya.
#Day#1
#Tantangan10hari
#GameLevel12
#KuliahBundasayangIIP
#InstitutIbuProfesiaonal
#KeluargaMultimedia
Kamis, 29 Agustus 2019
Aliran Rasa
Fitrah Seksualitas
Alhamdulillah Allah mudahkan saya & teman teman hingga level ini...di game kali ini luar biasa lain dari yg lain yg tadinya kita sendiri di game kali ini kita perkelompok...maa syaa Allah super sekali kita di satukan dengan team hebat masing masing saling bersinergi memberikan yg terbaik & bekerja sama menyatukan persepsi yg berbeda,karena sejatinya perbedaan itu indah begitu juga dengan anak anak kita yang berbeda beda meskipun lahir dari rahim yg sama.
Fitrah seksualitas
Inti dari mendidik fitrah seksualitas itu sendiri adalah terbangunnya kelekatan serta suplai keayahan dan suplai keibuan karena kurangnya suplai ayah & suplai ibu secara seimbang sesuai dengan gendernya di masa anak sejak usia 0-14th akan berdampak buruk paa fitrah seksualitasnya anak anak ketika dewasa.
Ternyata semua kembali kepada kita sebagai orang tua yang tidak boleh hilang sepanjang masa dalam menemani & mendidik anak anak...apalagi dalam menyiapkan anak anak kita memasuki masa balighnya itu adalah tantangan terbesar bagi kita sebagai orang tua,kelihatannya sepele namun ternyata sangat penting sekali bagi kita dan khususnya anak anak kita untuk mengetahui seputar masa balighnya agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang memiliki seksualitas yang sehat,lurus dan benar.
Terima kasih IIP & team atas segala ilmunya,tamparan keras buat kami sebagai orang tua agar bisa lebih baik dalam mendidik & menyiapkan generasi peradaban hebat di masa yang akan datang tidak henti hentinya membuat kami semakin banyak belajar,semakin banyak ilmu yang kami tidak tahu menjadi tahu.semoga Allah mampukan kami menerapkannya secara konsisten sedikit demi sedikit di universitas kehidupan ini.
#AliranRasa
#GameLevel11
#FitrahSeksualitas
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional
Rabu, 21 Agustus 2019
Day#10
Ketika Anak Bertanya
( FAQ pertanyaan yang biasa diajukan anak mengenai seksualitas, dan cara menjawabnya)
Materi kali ini akan di sampaikan oleh kelompok 10,yang mana mereka kelompok terakhir dalam materi level 11 ini,mereka terdiri dari :
1.Bunda Anik
2.Bunda Rina
3.Bunda Nopi
4.Bunda Risda
Anak adalah amanah dan mendidiknya dalam arti seluas-luasnya juga amanah termasuk pendidikan seks.
Anak adalah pembelajar sejati dan tangguh, seiring bertambahnya usia, semakin besar pula rasa ingin tahu anak. Anak semakin sering bertanya termasuk hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan seksual. Sudah siapkah kita sebagai orang tua memberikan jawaban yang tepat?
Tujuan Pendidikan seksualitas Pada Anak Adalah :
Menghapus rasa ingin tahu anak yang tidak
sehat.
Sebagai counter derasnya arus informasi dan
media, termasuk masalah pornografi.
Mengerti dan memahami peran dari jenis
gender
Mempersiapkan mental anak saat
menghadapi masa aqil baligh.
Menumbuhkan dan memiliki kesadaran untuk
menjaga kesehatan reproduksi.
Menurut Dokter Boyke dalam Jurnal "Perlunya Pendidikan Seksualitas Pada Anak ejak Dini"
Pendidikan Seksualitas pada anak di bagi menjadi 4 tahapan :
Usia (1-4 tahun): memperkenalkan anatomi tubuh, termasuk alat
genitalnya menggunakan bahasa yang benar, dan menjelaskan fungsinya
secara tepat.
Usia (5-7 tahun): rasa ingin tahunya akan semakin meningkat, sehingga
orang tua sebisa mungkin memberikan penjelasan yang jujur dan bahasa
ilmiah, bersikap komunikatif dan sabar dalam memberikan peringatanperingatan
kecil sebagai proteksi dini bagi anak. Tanamkan pada anak
bahwa hanya ibu, ayah atau dokter saja seandainya harus melepas
pakaian untuk memastikan masalah kesehatan dan keamanan, jangan
pernah mau di ajak ketempat sepi oleh siapapun.
Usia (8-10 tahun): anak sudah mampu membedakan dan mengenal
hubungan sebab akibat, orang tua harus membiasakan diri untuk
mendengarkan anak-anak dan memberikan pesan pada anak apapun yang
terjadi pada kalian, ceritakan pada ayah dan ibu sehingga orang tua bisa
menjadi sumber informasi yang tepat dan anak tidak mencari sumber
lain.
Usia (11 – 13 tahun): anak memasuki masa pubertas, peran orang tua
sangat amat penting untuk melakukan pengawasan lebih ketat, dengan
cara menjaga komunikasi dengan anak yang tetap terjalin dengan lancar
dan menjadikan pendidikan seksualitas sebagai bahan diskusi bersama.
Diatas 15 tahun anak kita telah menjadi dewasa yang setara dengan kita
dalam syariat, sosial, maka jadilah partner dalam menjalankan misi hidup.
Tujuan sikap yang tepat untuk menjawab pertanyaan tentang seksualitas
Menurut Psikolog Sani B Hermawan:
Jangan Panik saat menghadapi pertanyaan anak.
Orang tua harus meluangkan waktu dengan anak
untuk berdialog mengenai seks.”Jangan sampai
anak mencari informasi dari luar.”
Ajarkan mereka mengenai seks dengan bahasa
ilmiah namun tidak vulgar sesuai dengan usia
mereka.
Lengkapi diri dengan berbagai informasi dan
wawasan yang cukup.
Gunakan media atau alat bantu peraga yang
bersifat edukatif.
Tanamkan bahwa edukasi seks itu penting.
Diskusi dengan ahli jika bingung soal pertanyaan
anak.
Sumber :
https://m.republika.co.id/berita/gaya-hidup/tipssehat/
10/07/30/127497-tips-menjawab-pertanyaan-anaktentang-
seks
BUKU “FITRAH BASED EDUCATION” VERSION 3.0 - HARRY
SANTOSA
https://www.idntimes.com/life/family/putri-rahayu-2/6-
manfaat-pendidikan-seks-sejak-dini-untuk-anak-c1c2/full
#Day#10
#Tantangan10hari
#BunsayLevel11
#KuliahBunsayIIP
#FitrahSeksualitas
Day #9
Peran Lingkungan dan Perlindungan Anak Dari Kejahatan Seksual
Materi kali ini akan di samapaikan oleh saya sendiri dan team,di mana kami bertiga menamai team kami dengan M2N,singkatan dari nama nama kami,yaitu :
1.Muftiah
2.Mutiara
3.Nurkhoiriyah
Pelecehan seksual adalah tindakan melecehkan atau
merendahkan orang lain baik secara verbal maupun non verbal untuk memenuhi
kebutuhan seksual para pelaku sehingga akibatnya adalah keresahan diri korban
baik yang bersifat fisik maupun psikis karena adanya pemaksaan yang tidak dapat
diterima.Pelaku pelecehan seksual bisa dilakukan oleh orang tua atau keluarga,
kerabat, teman, guru, tetangga, para pegawai maupun dari berbagai lapisan
masyarakat. Jadi para pelaku bisa dari berbagai golongan baik itu yang paling
dekat dengan korban bahkan yang belum dikenal sama sekali.
Ada banyak bentuk pelecehan seksual terhadap anak dan bisa
kita ketahui semua dari berbagai berita di beberapa media dari mulai
digerayangi, dicabuli, digauli, sampai dengan diperkosa.Bahkan ada yang
bentuknya memaksa seorang anak untuk melihat tayangan pornografi sedangkan si
pelaku cukup melakukan kegiatan seksualnya secara mandiri tanpa melibatkan si
anak secara fisik. Namun apapun bentuk modus operandi yang dilakukan, yang
pasti kesemuanya merupakan bentuk kejahatan terhadap anak dan menimbulkan
trauma yang berkepanjangan
-Peran orang tua dalam mencegah terjadinya kejahatan
seksual
Orang tua memiliki peran sebagai pendidik karena seorang
anak memperoleh pengetahuan dari orang tuanya terutama ibu dan ayah. Perlindungan
anak dari kejahatan seksual juga harus dilakukan dari dalam. Keluarga harus
menjadi tempat perlindungan pertama anak. Orangtua harus waspada dan memberikan
bekal yang cukup bagi anak terkait keselamatan seksual mereka. Pendidikan
seksual dapat diberikan sedini mungkin melalui kata dan kalimat yang sederhana
namun tepat dan tidak vulgar. Dengan demikian
kepribadian anak terbentuk karena warisan dari orang tua dan lingkungan dimana
anak berkembang. Karena lingkungan pertama yang memberikan pengaruh mendalam
adalah keluarga kita sendiri,Untuk menangani masalah pelecehan seksual
khususntya terhadap anak, orang tua, guru dan masyarakat harus saling
mendukung.Mulai dari orang tua yang merupakan dunia pertama bagi anak-anak.Para
orang tua bisa melakukan pencegahan agar anak-anak mereka tidak mengalami
pelecehan, baik itu jadi pelaku atau korban. Yang bisa dilakukan adalah :
1. Mengajarkan
anak tentang sopan santun terhadap orang lain.
2. Mengajari
anak-anak agar dapat waspada dengan orang lain yang dirasa mencurigakan.
3. Memberikan
pendidikan seks secara sederhana agar anak-anak paham.
4. Mengontrol
pergaulan anak-anak dengan teman-teman dan lingkungan mereka.
5. Ajak anak
untuk selalu berkomunikasi sehingga dapat terbuka dengan orang tua.
6. Menerapkan
pola asuh demokratis namun terkontrol menjadi upaya yang dapat mendukung
pengoptimalan tumbuh kembang anak.
7. Orang tua
membuka komunikasi dan menjalin kedekatan emosi dengan anak-anak. Dengan cara
menyempatkan diri untuk bermain bersama anak-anak dan menemaninya di setiap
kesempatan yang ada.
8. Orang tua
disarankan memberikan pengertian kepada anak-anak tentangtubuh mereka dan
hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh orang lainterhadap bagian tubuhnya.
Misalnya, anak diberi pengertian bahwa kalauada orang lain yang mencium misal
di pipi harus hati-hati karena itu tidak diperbolehkan, apalagi orang lain itu
yang tidak dikenal.
9. Kenalkan
kepada anak perbedaan antara orang asing, kenalan, teman,sahabat, dan kerabat.
Misalnya, orang asing adalah orang yang tidak dikenal sama sekali. Terhadap
mereka, si anak tak boleh terlalu ramah,akrab, atau langsung memercayai.
Kerabat adalah anggota keluarga yangdikenal dekat. Meski terhitung dekat,
sebaiknya sarankan kepada anak untuk menghindari situasi berduaan saja.
10. Jika sang
anak sudah melewati usia balita, ajarkan bersikap malu bilatelanjang. Dan, bila
sudah memiliki kamar sendiri, ajarkan pula untuk selalu menutup pintu dan
jendela bila tidur.
Berikut beberapa upaya pencegahan kekerasan seksual yang
dilakuakan pihak keluarga pada anak anaknya:
Pertama, teaching orangtua berperansebagai guru
(pengajar) bagi anggota keluarganya tentang pemahaman seks secara dini seperti
memberikan pemahaman tentang bagian tubuh mana saja yang di larang di pegang
oranglain.6 Berbekal pengetahuan dari sosialisasi yang di lakukan oleh
dinas-dinas sosial kepada orangtua korban kekerasan seksual para orangtua
khususnya ibu-ibu memberikan warning kepada anak-anaknya.
Kedua, mengawasi dan mengontrol anak. keluarga
berperan sebagai pelindung bagi para anggota keluarga yang lainnya dari
gangguan, ancaman, atau keadaan yang menimbulkan ketidaknyamanan fisik dan
psikologis para anggoanya.
Peran Guru dalam menangani kejahatan seksual
1. Mengajarkan
sentuhan yang baik, buruk, atau yang membingungkan anak.
2. Mengajarkan
anak untuk dapat mengontrol siapa pun yang menyentuh tubuhnya dan bagian-bagian
mana yang disentuh.
3. Mengajarkan
anak untuk berani melapor pada orang dewasa yang bertanggung jawab misalnya
orangtua atau guru mengenai sentuhan-sentuhan tidak tepat yang diterimanya,
bahkan seandainya anak dilarang melaporkan pada siapapun oleh pelaku.
4. Mengajari
anak assertive skill terhadap perlakuan kekerasan seksual, misalnya berkata
tidak untuk segala bentuk perlakuan dari orang lain yang menjurus seksual,
melatih bela diri dan sebagainya.
Peran Lingkungan Masyarakat
a. Memberikan
pemahaman kepada anak mengenai jenis-jenis pelecehan seksual, dan menjelaskan
kepada anak bahwa pelecehan seksual dalam bentuk apapun merupakan tindakan yang
tidak baik dan melanggar peraturan. Serta, mengajarkan kepada anak mengenai
hal-hal yang harus mereka lakukan jika menemukan adanya tindakan pelecehan
seksual yang dilakukan oleh orang-orang di sekitar mereka (misalnya: segera
berlari ke tempat yang ramai, segera melpor pada guru atau kepala sekolah, dan
sebagainya). Poin a ini sebaiknya dilakukan oleh orang tua, sekolah, maupun
pengajar di tempat ibadah.
b. Melakukan
seleksi dan rekrutmen yang lengkap dan dilakukan oleh tenaga ahli seperti
psikolog, untuk mencegah kemungkinan adanya pelaku pelecehan seksual yang
dipekerjakan di tempat-tempat yang banyak terdapat anak-anak (arena bermain,
sekolah, day care, dan sebagainya).
c. Memperlengkapi
setiap sudut bangunan yang diperuntukkan bagi anak-anak, dengan kamera CCTV
yang selalu terpantau agar kasus-kasus pelecehan seksual dapat terdeteksi
dengan lebih cepat dan mudah.
Ketiga pihak yaitu orang tua, guru atau sekolah dan
masyarakat adalah dunia anak-anak.Mereka harus bisa berkolaborasi untuk
menghindarkan anak dari hal-hal negative yang tidak diinginkan, termasuk
pelecehan seksual.Dengan upaya preventif dan kuratif oleh pihak-pihak tersebut,
diharapkan anak mampu untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai
tugas perkembangan mereka.
Berikut ini tips dari Seto Mulyadi atau yang lebih akrab disapa kak Seto seperti
dikutif dari female.kompas.com
1. Edukasi seksual sejak dini
Selama ini, obrolan seputar seksual dianggap tabu untuk
anak-anak. Namun, Seto mengatakan, edukasi seksual seharusnya dilakukan sejak
dini.”Edukasi seksual sebaiknya diberikan untuk anak di atas lima tahun,”
sarannya.Namun, aturlah penggunaaan kata-kata dan cara menyampaikannya dengan
cara yang bisa diterima dan diingat oleh anak.
2. Komunikasi
Komunikasi adalah salah satu kunci utama untuk meningkatkan
keharmonisan keluarga, dengan membangun suasana yang hangat dan nyaman, supaya
anak-anak akan merasa aman dan bebas bicara.
3. Jadilah sahabat anak
Orangtua harus bisa menjadi sahabat anak. Dengan
demikian, anak merasa bebas bercerita apa saja dan kapan saja pada Anda.
Memiliki orangtua yang akrab dan terbuka, anak akan merasa memiliki teman
terbaik yang bisa membuat mereka tidak merasa sendiri
#Day#9
#Tantangan10hari
#BunsayLevel11
#KuliahBunsayIIp
#FitrahSeksualitas
Langganan:
Postingan (Atom)
Memaksimalkan Ikhtiar CintaNya
Hari #1 Wahai Dzat yang Maha menciptakan dunia dan isinya,sore ini saya percaya Engkau menciptakan laut,pasir juga airnya yang a...
-
Hari #1 Wahai Dzat yang Maha menciptakan dunia dan isinya,sore ini saya percaya Engkau menciptakan laut,pasir juga airnya yang a...
-
Jurnal#1 Identifikasi Masalah Ibu Pembaharu Bunda Salihah Setelah menunggu dalam masa tenggang yang menegangkan untuk mengambil keputusan ...
-
Materi#4 Smart & Sumber Daya Bunda Salihah Smart merupakan akronim dari Specific,Measurable, Achievable, Relevant, Time Bound.Smart ada...














